Selasa, 11 Januari 2022

Terlelap

Aku salahkan Malam yang berulah

Dipaksa menantang sang tuah

Kehidupan datarku dituntun si lincah

Pikirku malam ini tenang tanpa arwah

Mereka jelmaan diriku yang ingin bersua

Rindu katanya selalu berbisik di telinga

Malam tenang kemana perginya

Mataku menatap tajam langit-langit bercelah

Bulatan kecil hitam perlahan membelah

Menjadi titik-titik baru yang menyedot ke dalamnya

Alam bawah sadar mengisahkan cerita

Aku dan kamu kembali berjumpa

Memakai seragam putih dan merah

Bertabur bedak pipi merona

Pipi meronamu bekas tumpahan darah

Dari pemilik malam sang tuah

Si lincah melompat ke muka

Merobek kelopak mataku secara paksa

Terbangun aku ternyata matahari telah cerah

Ini kisah anehku terlelap menjadi kaum insomnia

-Eric Bangun-

Senin, 06 September 2021

Catatan Liar

Seperti halnya hewan, manusia juga suka melalukan perburuan. Bukan sembarang berburu, manusia memburu cinta  dari manusia. Alasan mengapa cinta? karena naluriah manusia membutuhkan rasa afeksi, atensi, dan pengakuan dari orang sekitar kita. Mengapa pula manusia, tentu saja sesama manusia adalah bentuk ideal untuk menjalin hubungan percintaan yang setara, tanpa dominasi tanpa diskriminasi. Jadi perburuan yang dilakukan adalah memburu manusia yang mampu memahami dan menghargai makna cinta kepada manusia lain.

Kau bukanlah orang pertama yang menolakku, kau juga bukan orang terakhir dalam cerita 'pria ditolak wanita' karyaku, tetapi kau yang paling berkesan dalam penantianku menunggu ungkapan penolakan.

Aku belajar bahasa asing bukan untuk menambah wawasan apalagi melancong berwisata, aku memanfaatkannya untuk melampiaskan unek-unekku agar orang lain tidak ikut berempati kepadaku. Iya aku si individualis berbahasa asing.

Mau bertanya kepada elang, kenapa engkau mampu cepat menukik untuk mengambil mangsa? layaknya artis yang menukik lepas dalam jeratan narkoba.

Senin, 14 Juni 2021

Asusilalat

Bagaikan lalat menemukan luka

Hinggap; lalu menjilati borok empunya

Mengitari ruas dengan gelitik dibawa

Hei empunya! aku si lalat yang menyukai luka


-Eric Bangun-

Rabu, 19 Mei 2021

Akar ke Rumah

Kukira aku berjalan ke rumah

Kudapati diriku tertanam dalam tanah

Berakar diriku namun gagal berbuah

Pemilikku lupa cerita sebuah kisah

Rasa akan layu tetapi hujan bercurah

Kesempatan kedua menuju rumah


-Eric Bangun-

Selasa, 16 Februari 2021

Pesan Beriklan// Selamat Hari Ayah Nasional!

Tahukah kamu kalau belalang sembah jantan akan rela dimakan kepalanya demi menambah protein bagi sang betina dan bakal calon telur anak-anak mereka.

Tahukah kamu kalau kuda laut jantan akan menjaga anak-anak mereka yang baru menetas dalam perutnya agar mengurangi beban sang betina setelah mengeluarkan banyak energi saat bertelur.

Dan...

Tahukah kamu kalau hari ini diperingati sebagai Hari Ayah Nasional harinya ayah kamu merayakan hari berharganya, peluk hangat dan tinggalkan ucapan Selamat Hari Ayah kepada ayah kamu yang rela jua berkorban untukmu. #SayangAyah #SayangBapak #SayangAbah!


Hanya berlaku pada tanggal 12 november

Minggu, 14 Februari 2021

Mulut Keramaian

Hiruk pikuk suara dalam keramaian

Aku terdiam menolak ambil peran

Aku menatap dan menyorot keadaan

Rasanya nikmat hanya mendengarkan

Semakin lama, lamanya itu kenikmatan

Gelisah juga mulut belum jadi partisipan

Menyulut emosi pancing kemarahan

Aku berteriak sekeras mungkin

Teriakkanku sunyikan kerumunan

Tak kusangka aku mengendalikan

Suatu kesunyian dalam hiruk pikuk keramaian


-Eric Bangun-

Senin, 08 Februari 2021

Selamat Hari Pahlawan

Sajak ini kubuat untukmu pahlawan

Bukan ramuan ataupun obat bangkit kehidupan

Hanya uraian kata-kata yang tertulis atas aksi spontan

Dari mahasiswa minim pengetahuan

malas membaca hanya mendengar ucapan

Selamat hari pahlawan!

Semangat dan perjuanganmu tidak akan pernah padam

Selalu hinggap dalam kami saat berdemonstarsi melawan ketidakadilan

Kami berjuang melawan oknum negeri pengaku cendekiawan

Terima kasih telah lahir duluan jadi panutan

Kalian abadi, Pahlawan


-Eric Bangun-

Selasa, 05 Januari 2021

Hibernasi dari Kekayaan

Hawa suasana dingin peluk raga kesendirian

Lelah pencarian dalam mencari kebutuhan

Perbesar badan demi kelangsungan kehidupan

Dengan cara tertidur mampu meringankan angan

Mati raga dan batin rela ditunda hingga berbulan

Bersiap melintas dalam mimpi berdasar impian

Berharap hal manis hadir berpesta beriringan

Menolak hal pahit hadir saat khayal berawan

Cukup insan kian rasakan pahit keduniawian

Sementara itu, imaji kesenangan biarkan mengekspresikan

Kenangan manis mencarimu sambil mendekap bayangan

Tersaji jelas dalam impian yang ku rasa berkelanjutan

Mimpi fana tadi adalah ilusi fatamorgana

Hingga akhirnya kedua mata lebar terbuka

Melihat suasana dingin berganti semi sementara

Raga mulai kembali menelusuri hasrat sembari menderita

Impian yang dirasa; dilatih mengucap agar jadi nyata

Makna kebutuhan adalah uang kata kunci ini cerita

Dengan cara tertidur hasratku terpenuhi dengan cara bekerja 

Kekayaan mampu menjelma.


-Eric Bangun-

Partisipan Lomba Menulis Puisi - Alinea Media Pustaka 

Selasa, 15 Desember 2020

Kuat Berlari

Dia yang selalu berpengharapan


Melarikan diri dari segala dekapan


Kesempatan menyala redup dalam kehidupan


Menangis malam ini kiranya mengurangi beban


Siasati perasaan "Aku baik-baik saja" diucapkan


Malang melintang dirinya tersangkut dalam keadaan


Yang tak bisa tertolong tanpa pangkuan Tuhan


Dia yang kuat hadapi penderitaan




-Eric Bangun- 

Terlelap

Aku salahkan Malam yang berulah Dipaksa menantang sang tuah Kehidupan datarku dituntun si lincah Pikirku malam ini tenang tanpa arwah Mereka...