Aku salahkan Malam yang berulah
Dipaksa menantang sang tuah
Kehidupan datarku dituntun si lincah
Pikirku malam ini tenang tanpa arwah
Mereka jelmaan diriku yang ingin bersua
Rindu katanya selalu berbisik di telinga
Malam tenang kemana perginya
Mataku menatap tajam langit-langit bercelah
Bulatan kecil hitam perlahan membelah
Menjadi titik-titik baru yang menyedot ke dalamnya
Alam bawah sadar mengisahkan cerita
Aku dan kamu kembali berjumpa
Memakai seragam putih dan merah
Bertabur bedak pipi merona
Pipi meronamu bekas tumpahan darah
Dari pemilik malam sang tuah
Si lincah melompat ke muka
Merobek kelopak mataku secara paksa
Terbangun aku ternyata matahari telah cerah
Ini kisah anehku terlelap menjadi kaum insomnia
-Eric Bangun-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar