Jumat, 30 Oktober 2020

Sayang Boneka Anak

Empat buah hati kumiliki

Menyanyangi mereka dua hati

Kedua bungsu bukan hak milik diri

Kepalsuan hidup dijalani tiap hari

Cipta polemik akal cerdik terpatri

Putus tali terlintas lamun tak dihati

Dilema batin tidak kuruskan diri

Karsa manusia tilik diri berulang mencaci

Busukkah diri sangkal anak selama ini?

-Eric Bangun-

Selasa, 27 Oktober 2020

Mudarat Berkarang

Semesta izinkan daku berpilu

Mendaki puncak lepas rindu

Salah tempat ramai waktu

Semesta berikan semua orang sendu

Persemayaman mewah tak seru

Berucapku "semesta persetan dirimu"


-Eric Bangun-


Minggu, 04 Oktober 2020

Semacam Rindu

Sudah lama cerita ini berlalu

Seperti derana hatiku melayu

Tak bergairah mencari yang baru

Terasa tenteram otak dan jiwaku

Sudah seharusnya, tak selalu melagu

Hari-hari indah tanpa bayanganmu

Namun sayang itu hanya imajinasiku

Karena senyatanya hampa sekali diriku

Tak memikirkanmu seakan-akan telah sewindu


-Eric Bangun-


Kolongan Kasta

Membabi buta jemari mengais

Derita bujang, lara membius

Tega telantar hingga beringus

Demi Ibu, jari tangan rela terlindas

Haus afeksi terobat dengan mengendus

Momen krusial perlahan terhapus

Larut kesedihan kain kasa membungkus

Kematian tragis pada hari kamis


-Eric Bangun-

Rasionalitas Sosial

Hidup miskin nampak bahagia

Hidup kaya namun waspada

percaya uang adalah segalanya

Mau memberi perlu kamera di muka

Sikap menerima melebihi pengemis biasanya

Uluran kasih jadi aksi dunia maya

Kaya miskin mesti serasi bila dibidik kamera

Bahagia dan waspada bentuk cukup tak setara


-Eric Bangun-

Terlelap

Aku salahkan Malam yang berulah Dipaksa menantang sang tuah Kehidupan datarku dituntun si lincah Pikirku malam ini tenang tanpa arwah Mereka...